Postingan

AS-SUNNAH TIDAK DAPAT DIUKUR DENGAN AKAL-AKAN MANUSIA

Ushul As-Sunnah Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du 📚 AS-SUNNAH TIDAK DAPAT DIUKUR DENGAN AKAL-AKAN MANUSIA 🌎Sumber https://permatasunnah.com/as-sunnah-tidak-dapat-diukur-dengan-akal-akan-manusia/   Imam Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal rahimahullah berkata: Di antara pondasi Ahlus sunnah adalah وَلاَ تُضْرِبُ لَهَا الأَمْشَالُ. وَلاَ تُدْرِكُ بِالعُقُوْلِ وَلاَ اْلأَهْوَاءِ، إِنَّمَا هُوَ اْلاِتْبَاعُ، وَتَرْكُ اهَوَى As-Sunnah tidak boleh dibuat pemisalan dan tidak dapat diukur dengan akal dan hawa nafsu, akan tetapi dengan ittiba dan meninggalkan hawa nafsu Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebuah hadits الْوُضُوءُ مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ Hendaklah berwudhu setelah memakan makanan yang terkena api.” [HR. Muslim] Maka ada seorang sahabat berkata padanya (Abu Hurairah): “Tidakkah kamu memerintahkan mereka agar berwudhu setelah minum air panas.” Maka ia jawab: “Wahai anak saudaraku, jika aku menyam...

ALLAH TEMPAT MEMINTA

Gambar
QS Al-Mu'min : 60 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" . Dalam Tafsir IBNU KATSIR   Ini merupakan sebagian dari karunia dan kemurahan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى‎. Dia menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti apa yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri, bahwa hai orang yang paling dicintai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya, karena dia selalu meminta kepada-Nya dan banyak meminta kepada-Nya. Hai orang yang paling dimurkai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya, karena dia tidak pernah meminta kepada-Nya, padahal tiada seorang pun yang bersifat demikian selain Engkau, ya Tuhanku. Demik...

DOA BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI HILANGNYA KENIMATAN

Gambar
DOA BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI HILANGNYA KENIKMATAN Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ “ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK”  [Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu]. (HR. Muslim no. 2739) Faedah dari hadits di atas: Pertama: Yang dimaksud nikmat di sini adalah nikmat Islam, Iman, anugerah ihsan (berbuat baik) dan kebajikan. Jadi dalam do’a ini kita berlindung dari hilangnya nikmat-nikmat tersebut. Makus hilangnya nikmat adalah nikmat tersebut hilang dan tanpa ada penggantinya. Kedua: Yang dimaksud dengan beru...

SERIAL PERJALANAN MENUJU AKHERAT.

Berikut ini kami sajikan kumpulan artikel Ustadz DR. Firanda Andirja Lc, MA penjelasan mengenai perjalanan menuju akherat,  harap menyimak penjelasan-penjelasan berikut dengan seksama, semogah dapat dipahami secara ilmiah dan juga menyeluruh dan bermanfaat. Sebagai berikut : 1.  KEMATIAN, Serial menuju Akherat #1 2.  Alam Barzakh ( Alam Kubur), Serial menuju Akherat #2 3.  Hari Kebangkitan, Serial menuju Akherar #3 4.  Fase Padang Mahsyar dan Al - Haudh (Telaga Nabi ﷺ ) 5.. Al - Aradh - Serial menuju Akherat #5 6.  Persidangan di antara para Hamba, Serial menuju Akherat #6 7.  Al - Hisab - Serial menuju Akherat #7 8.  Al - Mizan dan Dzulma (Kelapan) - Serial menuju Akherat #8 9.  Sirath dan Neraka - Serial menuju Akherat #9 10.  Qantharah dan Surga - Serial menuju Akherat #10 - Selesai Sumber :  https://firanda.com/ Baca lebih banyak di https://firanda.com/4381-qantharah-dan-surga.html

YANG MENGINGKARI DOA PADA MAYIT ITULAH AHLI BID'AH

Yang Mengingkari Sampainya Doa pada Mayit itulah Ahli Bidah Muhammad Abduh Tuasikal, MSc   Pernyataan ini dari perkataan Syaikhu Islam Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa doa pada mayit atau orang yang mati itu sampai dan bermanfaat. Siapa yang mengingkarinya maka ia adalah ahli bid’ah. Nukilannya sebagai berikut. Ada pertanyaan dalam Majmu’ Al-Fatawa, bagaimana dengan ayat, وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إلَّا مَا سَعَى “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39). Bagaimana pula dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631) *Apakah itu berarti amalan kebaikan apa pun tidak sampai pada mayi...

APA MAKSUD DOA ANAK SOLEH

Apa Maksud Doa Anak Soleh? By  Ammi Nur Baits Apa Maksud Doa Anak Soleh? Ada hadis bahwa amal para hamba terputus kecuali 3 hal, salah satunya, anak soleh yang mendoakannya. Apa maksud anak soleh yang mendoakannya? Trim’s Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Hadis yang anda maksud diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ Apabila manusia mati maka amalnya terputus kecuali karena tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya. (HR. Ahmad 9079, Muslim 4310, Abu Daud 2882 dan yang lainnya). Siapa Anak Soleh itu? Dalam kitab Aunul Ma’bud, Syarh Sunan Abi Daud, disebutkan dua keterangan ulama tentang makna anak soleh dalam hadis ini, [1] Anak soleh adalah anak muslim yang menjalan kewajiban ...

SHALATLAH SEPERTI SHALATNYA ORANG YANG HENDAK BERPISAH DENGAN DUNIA

Gambar
SHALATLAH SEPERTI SHALATNYA ORANG YANG HENDAK BERPISAH DENGAN DUNIA Dari Abu Ayub Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي وَأَوْجِزْ قَالَ إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ وَلَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ وَأَجْمِعْ الْيَأْسَ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ “Seorang laki-laki menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Ya Rasulullah. Berilah aku nasehat yang ringkas.” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau Engkau mengerjakan shalat, maka shalatlah seperti shalatnya orang yang hendak meninggalkan (dunia). Jangan berbicara dengan satu kalimat yang esok hari kamu akan meminta udzur karena ucapan itu. Dan perbanyaklah rasa putus asa terhadap apa yang ditangan orang lain.”  Baca :  INGAT MATI (Hasan. Dikeluarkan oleh Ahmad (5/412), Ibnu Majah(4171), Abu Nu’aim9 dalam Al Hilyah (1/462) Al Mizzi (19/347) da...